Sesak napas atau dyspnea adalah kondisi tidak nyaman yang menyulitkan Anda bernapas lantaran kurangnya pasokan udara yang masuk ke paru-paru. Pernapasan normal terjadi ketika udara masuk ke paru-paru dan keluar dari paru-paru. Proses pernapasan sendiri melibatkan bagian tubuh seperti paru-paru, diafragma, otot di dinding dada, pusat pernapasan di otak, jaringan saraf, molekul pensinyalan impuls saraf, serta sejumlah reseptor kimia dan mekanis di otak, dan pembuluh darah. Sesak napas terjadi ketika bagian-bagian tubuh tersebut harus bekerja ekstra untuk bernapas lantaran kurangnya oksigen atau udara yang masuk.

Sesak napas merupakan sinyal peringatan tentang kondisi tubuh akan adanya gangguan pada paru-paru, asma, anemia, dan penyakit lainnya. Sesak napas dapat dirasakan dengan derajat ringan hingga berat. Biasanya tanda-tandanya meliputi kulit pucat, jantung berdebar, demam, sesak napas berat, dan sesak napas yang timbul setelah alergi.  Sesak napas dapat dirasakan dengan derajat ringan hingga berat. Sesak napas dengan tanda-tanda seperti: kulit pucat atau tampak kebiruan, berdebar (denyut nadi cepat), demam, pingsan, sesak napas berat dan sesak napas yang timbul setelah reaksi alergi adalah kondisi kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani agar tidak mengancam jiwa.

Namun bagi Anda yang mangalami kondisi ini bias mengatasinya dengan beberapa metode. Perlu diingat, metode untuk mengatasi sesak napas ini bukanlah sebagai pengganti pengobatan utama untuk menangani penyakit yang mendasari keluhan sesak napas tetapi untuk membantu meringankan gejala saat sesak dirasakan. Berikut beberapa cara atau metode yang bias Anda lakukan ketika Anda mengalami sesak napas:

1. Duduk Setengah Membungkuk

Istirahat sambil duduk bisa membantu merilekskan tubuh Anda dan membuat pernapasan lebih mudah. Duduklah di kursi dengan telapak kaki menapak lantai, condongkan dada sedikit ke depan. Perlahan letakkan siku di lutut atau menahan dagu dengan tangan. Otot leher dan bahu Anda harus tetap rileks. Posisi duduk ini juga bisa Anda lakukan dengan bertumpu pada meja, istirahatkan lengan dan kepala Anda di meja, jangan lupa gunakan bantal untuk menyangga kepala Anda agar posisi lebih nyaman.

2. Menghirup Napas dengan Mulut dan Hidung

Ini adalah cara sederhana untuk mengendalikan sesak napas, dan membantu dengan cepat memperlambat laju pernapasan, yang membuat setiap napas lebih dalam dan lebih efektif. Cara ini juga membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru. Ini dapat digunakan kapan saja saat mengalami sesak napas, terutama selama bagian yang sulit dari suatu kegiatan, seperti membungkuk, mengangkat benda, atau menaiki tangga.

Cara bernapas dengan mulut:

  • Rilekskan otot leher dan bahu
  • Perlahan-lahan bernapas melalui hidung selama dua hitungan, tutup mulut
  • Kerucutkan bibir seolah-olah Anda akan bersiul
  • Hembuskan napas perlahan dan lembut melalui bibir Anda yang mengerucut hingga hitungan ke empat.

3. Mengendalikan Tingkat Stres

Penyebab sesak napas bukan hanya karena penyakit atau gejala penyakit tertentu. Salah satunya adalah karena tekanan pikiran yang menyebabkan stres. Stres akan menekan pikiran menjadi sangat berat, kemudian membuat kapasitas paru-paru tidak seperti semula atau biasanya. Hal ini menyebabkan sesak napas dan oksigen tidak bisa masuk ke tubuh dengan baik. Untuk mengatasi hal ini, jalan satu-satunya adalah dengan menurunkan tingkat stres. Kamu bisa melakukan beberapa usaha untuk mengendalikan stres, seperti membuat pikiran menjadi santai, melakukan olahraga ringan, menghindari panik, dan mengurangi stres.

4. Bernapas Pelan Sambil Berjalan Pelan

Saat sesak nafas muncul secara tiba-tiba, kamu bisa juga mengendalikannya dengan cara berjalan lambat. Setelah kamu mencoba untuk berjalan lambat, maka kamu bisa menarik napas secara perlahan sambil berjalan-jalan. Cara ini akan membantu kamu mendapatkan fungsi otot diafragma dan mengembalikan fungsi paru-paru yang sebenarnya. Dengan sering berjalan lambat dan mengatur pernapasan, maka kondisi kamu bisa menjadi lebih baik. Jika cara ini sudah bekerja dengan baik, kamu bisa mencoba cara lain seperti berlari kecil.

5. Berdiri Sambil Bersandar

Berdiri menyandar pada tembok atau lainnya bisa turut membantu merilekskan tubuh dan saluran pernapasan Anda. Berdiri dan bersandarlah pada dinding dengan menempelkan pinggul. Jaga agar kaki Anda terbuka selebar bahu dan tangan berada di samping kedua paha Anda. Santailah dan condongkan badan sedikit ke depan. Anda juga bisa berdiri sambil telapak tangan Anda bertumpu pada meja dan merilekskan otot leher dan bahu Anda.

6. Pursed-lip Breathing

Ini merupakan teknik bernapas sebagai cara mengatasi sesak napas yang sederhana dan mudah dilakukan. Teknik ini membantu memperlambat laju pernapasan Anda, yang membuat setiap napas lebih dalam dan lebih efektif. Anda bisa melakukannya kapan saja ketika mengalami sesak napas, terutama saat membungkuk, mengangkat benda, atau menaiki tangga. Caranya dengan merelaksasikan otot leher dan bahu Anda. Tutup mulut Anda saat menghirup, dan ambil napas pelan-pelan melalui hidung dalam dua hitungan, dan buang napas perlahan melalui celah bibir atau mulut sampai hitungan keempat.

7. Berbaringlah dengan Posisi Santai

Jika kamu mengalami sesak napas saat dalam posisi tidur biasanya terasa sangat tidak nyaman. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa mencoba beberapa cara. Salah satunya dengan berbaring santai dan mengusahakan agar semua otot tubuh menjadi sangat relaks. Kemudian, ambil bantal dan buat posisi kepala menjadi lebih tinggi dibandingkan dada. Setelah itu, tekuk lutut kamu dan berikan bantal di bawah lutut. Posisi ini akan membantu mengurangi sesak nafas saat tertidur.

8. Menggunakan Bantuan Kipas Angin

Beberapa studi menyebutkan bahwa udara sejuk kipas angin bisa membantu meredakan sesak napas. Anda cukup menyalakan kipas angin dan bernapaslah seperti biasa. Tapi jangan lupa untuk sering membersihkan kipas angin agar tidak terpapar debu.

9. Menjalankan Pola Hidup Sehat

Gaya hidup sehat dapat membantu Anda terhindar dari serangan sesak napas. Berhentilah merokok atau menghindari asap rokok, hindari paparan polusi udara, dan turunkan berat badan jika Anda terlalu gemuk. Jaga pola makan dengan menu yang sehat dan tidur yang cukup.

Bagikan via :