Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita. Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko anak terkena diabetes lebih besar ketika ibunya menderita diabetes. Sedangkan, jika kedua orangtuanya menderita diabetes, maka risikonya lebih besar lagi mencapai 50%. Selain itu, risiko diabetes diperkuat dengan gaya hidup yang buruk. Dalam satu keluarga, biasanya orang-orangnya cenderung memiliki kebiasaan makan dan olahraga yang sama, sehingga faktor gaya hidup lebih dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Jenis-Jenis Diabetes

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini. Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Cara Mencegah Diabetes

1. Mengonsumsi makanan sehat

Obesitasmerupakan faktor risiko utama penyebab diabetes tipe 2. Penurunan berat badan dapat membantu mencegah diabetes. Anda dapat memulai makan sehat dengan menghindari makanan dengan lemak dan kolesterol tinggi, serta membatasi produk makanan olahan.  Kemudian, kurangi mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula dan garam.

Beberapa langkah lain, seperti memilih makanan rendah kalori dan lemak, serta  tinggi serat. Fokuslah pada buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian. Anda juga bisa memperbanyak konsumsi makanan dengan bahan dasar gandum. Makanlah dalam porsi kecil. Pelajari ukuran sajian makanan yang Anda makan, dan berapa banyak porsi yang Anda butuhkan.

2. Berolahraga secara teratur

Cara mencegah diabetes yang kedua yakni dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga rutin. Berolahraga dengan rutin dapat membantu mengontrol glukosa darah, berat badan, dan tekanan darah. Olahraga juga dapat meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh, sekaligus mencegah masalah jantung dan pembuluh darah, serta kerusakan saraf yang sering dialami penderita diabetes.

Anda bisa melakukan beragam olah tubuh dan aktivitas fisik lainnya setidaknya 30 menit setiap hari. Tak harus latihan berat, Anda bisa melakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau jogging, berenang, bersepeda, senam aerobik, menari, memotong rumput, dan lainnya. Selain menurunkan gula darah, aktivitas fisik dapat meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin yang membantu menjaga kadar gula darah Anda. Latihan aerobik dan program fitness sangat membantu dalam mengontrol diabetes.

3. Memperbaiki Kualitas Tidur

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila. Dan lagi-lagi inilah yang dapaat memicu munculnya gejala diabetes pada diri Anda.

4. Berhenti Merokok dan Kurangi Konsumsi Alkohol

Cara mencegah diabetes lainnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes. Menurut penelitian, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang tidak merokok.

Bagikan via :